ADJC
Analisis Data Negara-negara Peraih Medali Olimpiade Menggunakan Software Lowcode - KNIME
Business Understanding
Olimpiade Paris menjadi sebuah event internasional yang saat ini ramai diperbincangkan. Banyak negara yang berlomba untuk memenangkan pertandingan dan membawa pulang medali. Menurut National Geographic Kids, olimpiade pertama dilaksanakan di Yunani pada tahun 776 SM. Dengan usia olimpiade yang sudah sejak lama dilaksanakan, pasti banyak negara yang sudah mendapatkan medali, baik emas, perak, dan perunggu. Artikel ini akan menganalisis daftar negara-negara peserta olimpiade dan perolehan medali mereka dengan menggunakan software lowcode.
Software lowcode adalah alat analisis data yang tidak menggunakan pengkodean, atau setidaknya ketika kita benar-benar membutuhkannya. Sebagai gantinya, alat analisis ini akan menggunakan sebuah blok yang disebut sebagai "node" untuk melakukan analisis. Software lowcode yang digunakan dalam artikel ini adalah KNIME. KNIME (Konstanz Information Miner) adalah alat analisis data lowcode yang mudah digunakan, bahkan oleh orang yang tidak punya kemampuan pengkodean. Alat analisis ini sangat ramah bagi pemula yang ingin belajar cara mengolah data. Dengan berbagai kemudahan tersebut, artikel ini akan menggunakan KNIME untuk menganalisis data negara-negara peraih medali olimpiade.
Data Understanding
Analisis dimulai dengan melakukan import data yang sudah didownload dari sumber terbuka, yaitu kaggle.com. Data yang digunakan berbentuk CSV, dan akan diimport ke dalam KNIME dengan menggunakan node CSV Reader sebagai berikut:
Pada gambar diatas, nampak bahwa jumlah barisnya adalah 156 dan jumlah kolom adalah 17. Analisis lebih lanjut akan menggunakan node Statistics untuk melihat statistik deskriptif dari data, seperti gambar dibawah ini:
Gambar diatas adalah output dari node Statistics yang menampilkan statistik deskriptif dari data. Gambar diatas menampilkan berbagai macam informasi dari data, seperti nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata, standar deviasi, missing value, dan histogram. Dengan melihat statistik dari data, kita bisa melakukan analisis dengan lebih baik lagi karena statistik deskriptif bisa memberikan gambaran umum kepada kita tentang data yang akan dianalisis.
Berdasarkan statistik deskriptif, beberapa variabel yang digunakan dalam analisis ini adalah:
- countries : Nama dari setiap negara.
- ioc_code : Kode yang diberikan oleh International Olympics Committee kepada setiap negara.
- summer_participation : Jumlah partisipasi negara dalam olimpiade musim panas.
- summer_gold : Jumlah emas yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim panas.
- summer_silver : Jumlah perak yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim panas.
- summer_bronze : Jumlah perunggu yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim panas.
- summer_total : Jumlah total medali yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim panas.
- winter_participation : Jumlah partisipasi negara dalam olimpiade musim dingin.
- winter_gold : Jumlah emas yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim dingin.
- winter_silver : Jumlah perak yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim dingin.
- winter_bronze : Jumlah perunggu yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim dingin.
- winter_total : Jumlah total medali yang didapatkan setiap negara dalam olimpiade musim dingin.
- total_participation : Jumlah total partisipasi setiap negara di olimpiade musim panas dan dingin.
- total_gold : Jumlah total medali emas yang didapatkan setiap negara.
- total_silver : Jumlah total medali perak yang didapatkan setiap negara.
- total_bronze : Jumlah total medali perunggu yang didapatkan setiap negara.
- total_total : Jumlah total semua medali yang didapatkan setiap negara.
Data Analysis & Visualization
Untuk memperjelas analisis, maka perlu didefinisikan dulu tujuannya. Untuk itu, artikel ini akan menjawab beberapa pertanyaan untuk membantu memahami distribusi medali Olimpiade oleh negara-negara partisipan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi:
- Negara mana saja yang memiliki jumlah partisipasi terbanyak dalam Olimpiade musim panas dan musim dingin?
- Negara mana yang paling banyak meraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade musim panas?
- Bagaimana perbandingan total medali yang diperoleh negara-negara di Olimpiade musim panas?
- Negara mana yang paling banyak meraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade musim dingin?
- Bagaimana perbandingan total medali yang diperoleh negara-negara di Olimpiade musim dingin?
- Negara mana yang memiliki jumlah total medali emas, perak, dan perunggu terbanyak di semua ajang Olimpiade?
6 poin diatas digunakan untuk memperjelas tujuan analisis data. Untuk itu, maka analisis ini akan dimulai dengan menjawab pertanyaan pertama, yaitu "Negara mana saja yang memiliki jumlah partisipasi terbanyak dalam Olimpiade musim panas dan musim dingin?", yaitu dengan hasil sebagai berikut:
Visualisasi diatas menampilkan 10 negara dengan partisipasi terbanyak di olimpiade. 3 negara dengan partisipasi terbanyak adalah Switzerland, Great Britain, dan France dengan jumlah partisipasi sebanyak 53 kali. Jadi untuk pertanyaan pertama sudah terjawab dengan jawaban Switzerland, Great Britain, dan France.
Pertanyaan kedua adalah "Negara mana yang paling banyak meraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade musim panas?". Untuk menjawab ini, perlu visualisasi dengan hasil sebagai berikut:
Dari visualisasi diatas, nampak bahwa negara dengan perolehan medali olimpiade musim panas terbanyak adalah United States dengan perolehan 2629 medali, Disusul Uni Soviet dengan 1010, dan Great Britain sebanyak 916. Jadi pertanyaan kedua sudah terjawab dengan jawaban United States, Uni Soviet, dan Great Britain.
Sekarang lanjut ke pertanyaan ketiga yaitu "Bagaimana perbandingan total medali yang diperoleh negara-negara di Olimpiade musim panas?". Hasil visualisasinya bisa digambarkan sebagai berikut:
Pada visualiasi diatas nampak bahwa negara dengan peraih medali terbanyak, baik emas, perak, dan perunggu adalah United States. Negara ini memperoleh medali yang jauh diatas negara lain, termasuk negara dengan posisi kedua yaitu Uni Soviet. Jadi visualisasi diatas menggambarkan perbandingan perolehan medali dari masing-masing negara.
Pertanyaan selanjutnya adalah membahas tentang "Negara mana yang paling banyak meraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade musim dingin?". Untuk menjawab ini, maka diperlukan visualisasi dari data dengan hasil sebagai berikut:
Visualisasi diatas menampilkan 10 negara dengan jumlah medali olimpiade musim dingin terbanyak. Berbeda dengan olimpiade musim panas yang menjadikan United States sebagai peringkat 1, olimpiade musim dingin ternyata menyatakan bahwa Norwegia sebagai negara dengan perolehan medali terbanyak yaitu berjumlah 405 medali, disusul oleh United States sebanyak 330 medali, dan Jerman sebanyak 267 medali. Jadi jawaban untuk pertanyaan ini adalah Norwegia, United States, dan Jerman.
Pertanyaan selanjutnya adalah "Bagaimana perbandingan total medali yang diperoleh negara-negara di Olimpiade musim dingin?". Untuk menjawab ini, maka diperlukan suatu visualisasi sebagai berikut:
Visualisasi diatas menunjukan perbandingan perolehan medali dari 5 negara dengan total medali terbanyak di olimpiade musim dingin. Norwegia menduduki peringkat 1 dalam perolehan emas, disusul oleh United States dan Jerman. Untuk perak hasilnya sama dengan emas, namun di perolehan perunggu, posisi ketiga ditempati oleh Austria dengan perolehan perunggu sebanyak 91.
Pertanyaan selanjutnya adalah "Negara mana yang memiliki jumlah total medali emas, perak, dan perunggu terbanyak di semua ajang Olimpiade?". Untuk menjawab ini, diperlukan visualisasi yaitu sebagai berikut:
Dari hasil visualisasi diatas, United States merupakan negara dengan perolehan medali terbanyak, baik di olimpiade musim panas dan musim dingin dengan jumlah 2959 medali jauh mengungguli Uni Soviet di peringkat kedua dengan 1204 medali.
Conclusion
Artikel ini akan menganalisis negara-negara peserta olimpiade musim panas dan musim dingin. Beberapa visualisasi digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Semoga dengan analisis ini bisa digunakan untuk pengembangan ilmu data kedepannya, terutama dengan menggunakan platform lowcode seperti KNIME.
Semua analisis dan visualisasi dalam artikel ini menggunakan KNIME, dengan tampilan workflow sebagai berikut:
*Note
Artikel ini saya tulis untuk mengikuti Airlangga Data Journalism Competition dari Universitas Airlangga.






Comments
Post a Comment